Detail Cantuman Kembali

XML

POTENSI BULU BABI (Sea urchin) Echinometra mathei SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL MELALUI PEMERIKSAAN SGOT DAN SPGT TIKUS (Penelitian Eksperimental Laboratoris)


Peningkatan kadar SGOT dan SGPT dalam darah merupakan indikator kerusakan hepar, disebabkan pemakaian parasetamol dosis toksik. Ekstrak bulu babi (Echinometra mathaei) menunjukkan adanya efek hepatoprotektor karena mengandung senyawa antioksidan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak bulu babi terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih galur Wistar (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi parasetamol dosis toksik. Penelitian ini menggunakan rancangan post test control groups design, sampel 30 ekor tikus putih galur Wistar (Rattus norvegicus) jantan yang dikelompokkan secara random menjadi 6 kelompok yang terdiri dari kontrol sehat, kontrol negatif (induksi parasetamol), kurkumin 800 mg/kgBB, ekstrak bulu babi Echinometra mathaei dosisi 400, 800, 1200 mg/kgBB. Tiap kelompok perlakuan diberikan induksi parasetamol dosis 2000 mg/kgBB selama 3 hari kecuali kontrol negatif. Selanjutnya pada hari ke-4 tiap kelompok perlakuan diinduksi sediaan uji selama 7 hari dan pada hari ke-11 dilakukan pengambilan darah melalui jantung untuk diukur SGOT dan SGPTnya. Analisa Oneway anova dilanjutkan Post-Hoc Lsd untuk data tidak normal analisa menggunakan Kruskal-Wallis dilanjutkan Post-Hoc Mann-Whitney. Rerata kadar SGOT (U/L) kelompok I,II,III,IV,V dan VI adalah 62,7; 90,7; 67,7; 68,0; 60,0 dan 67,4. Hasil uji Oneway anova p=0.000 (p
SANTOSO, M. SEPTIYAN DWI - Personal Name
6B.S-Far San p 18-20
6B.S-Far San p 18-20
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2020
Surabaya
xv, 70p.; ill.; tab.; 21cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...